Salah satu objek wisata alam di Kabupaten Tasikmalaya adalah
Curug Cimanintin, dimana air terjun tersebut merupakan wisata alam yang masih
murni akan keindahan, kealamian, dan keasriannya. Hutan yang rimbun dan hijau,
lereng Gunung Aseupan dan Gunung Bongkok yang tinggi menjulang, membuat para
pengunjung yang datang terpesona akan keindahannya.
Curug Cimanintin sangat jarang di dengar karena jauh dari
sosialisasinya dan hingar bingar perkotaan. Namun Curug Cimanintin
mempunyai nilai lebih dari curug lainya yaitu
dari ketinggiannya hingga mencapai 120 meter. Sumber air yang mengalir langsung
dari pegunungan, tepatnya dari akar pohon yang berada di Gunung Aseupan,
kemudian curug tersebut mempunyai dingding atau lereng yang curam, dan cocok
untuk pecinta panjat tebing dan pecinta alam lainnya.
Keindahan panorama alam dan kesejukan Curug Cimanintin dapat
dirasakan langsung ketika kita datang ke daerahnya,gemuruhnya air yang datang
dari air curugan air tersebut terdengar dalam jarak 200 meter dari air terjun
sebelum dan ke asrian pepohonan yang berada di daerah tersebut sangat nyaman
dengan kesejukan yang menambah ke indahan hutan rimbun yang berada di lokasi wisata tersebut selain
itu pula selum itu pula kita langsung di suguhi oleh ke indahan kot tasikmalaya
yang yang bisa dilihat dari pesawahan yang berada sebelum masuk kawasan lokasi
air terjun cimanintin dan dari pesawahan kita bisa lihat pemandangan indah ke
sebelah utara kita bisa lihat lereng gunung gunung aseupan dan gunung bongkok
dan sebelah selatan kita bisa lihat pemandangan orang asli penduduk si sana
sedangmembajak sawah dan penanaman pertanian yang beada di pedesaan asli,
Sejarah air terjun cimanintin menurut tokoh yang berada di
desa tersebut ialah bahwa:
Air terjun cimanintin banyak di kerumuni oleh burung
manintin yang datang dari tempat tempat
lain seperti dari kecamatan atau desa lain kemudian datang ke air terjun
tersebut dan menetap di lereng lereng /goa yang berada di air terjun tersebut
sampai akhirnya air terjun cimanintin dijadika tempat sarang burung manintin
yang berlabuh di air terjun tersebut maka disebutlah air terjun cimanintin yang
berada di kampung babakan joho desa tanjungsari kec.salopa kab.tasikmalaya
Tahun 1972 datang ke daerah tersebut mahasiswa belanda yang
datang nya yaitu dari universitas di belanda entah apa nama universitas
tersebut yang jelas datang nya tersebut yaitu untuk berpetualang dan panjat
tebing di dingding air terjun tersebut
Kemudian di tahun 1973 datang lagi mahasiswa dari
belanda pada jaman tersenut terdapat di jidat dingding yaitu tulisan voc yang
lama ke lamaan sampai saat ini hilang karena terkikis oleh keadaan alam dan
termakan oleh waktu.
Video : https://youtu.be/xYb8PLkRbdk
More story on my instagram : https://www.instagram.com/anununugraha/
No comments:
Post a Comment